15 Klinik di DKI Jakarta Ditutup Karena Tenaga Kerja Ilegal

15 klinik di DKI jakarta ditutup karena tenaga kerja ilegal – Dinas kesehatan DKI Jakrta harus berkerjasama dengan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) terus melakukan penelitian dan inspeksi mendadak (sidak) dan penyeliaan terhadap klinik kesehatan perobatan tradisional di ibu Kota.

“Beberapa minggu ini, kami melakukan monitoring terhadap klinik-klinik kesehatan di Jakarta. Sekarang juga masih jalan terus. Hasilnya, ada 15 klinik yang ditutup dan tujuh tenaga medis yang ditangkap,” jelas Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto, yang dikutip dari republika.co.id Selasa (19/1).

Baca juga: Mengobati Gejala Penyakit Jantung Dengan Obat Herbal

Menurut Koesmedi Priharto, klinik ditutup karena melanggar lisensi untuk menjalankan praktek yang telah diberikan oleh BPTSP Jakarta, yaitu karena mempekerjakan tenaga asing dengan ilegal. Sampai saat ini, tidak ada aturan yang memungkinkan klinik kesehatan mengambil pekerja asing.

“Saya tidak hapal klinik apa saja yang ditutup. Dari 15 klinik itu, diantaranya ada enam cabang Chiropractic First yang ditutup. Kemudian, klinik Medika Plaza di Hotel Kartika Chandra. Lalu, ada juga klinik body steaming yang kami tutup,” pungkas Koesmedi.

Sementara itu, katanya lagi, tujuh pekerja medis ditahan terdiri dari dua dokter dan dua perawat Chiropractic, seorang ahli kecantikan dan dua pakar Stem Cell. Staf medis ditahan karena tidak memiliki lisensi izin praktek, jadi itu sudah termasuk ilegal.

“Pengawasan dan pemantauan terhadap klinik-klinik kesehatan di Jakarta masih akan terus kami lakukan hingga semua klinik itu tertib dalam menjalankan praktek kesehatannya. Sidak akan terus dilakukan secara rutin,” sambungnya Koesmedi.

Sebaiknya kita sebagai calon pelanggan harus lebih berhati-hati lagi saat memilih klinik atau toko obat pria dan wanita untuk mengatasi kesehatan. Pastikan bahwa tempat tersebut betul-betul aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *